Selasa, 24 Maret 2020

TUGAS 4


IBU WANITA TERHEBAT







   Ibu adalah perempuan yang sangat Siska kagumi, hormati, banggakan,sayangi dan cintai. Dia wanita terhebat dalam hidup Siska,bagi Siska ibu segalanya. Tidak ada wanita yang lebih hebat selain ibu. Dia wanita paling sabar,dia tidak pernah lelah dalam mendidik anaknya dan mengurus urusan rumah tangga. 
   Ibu Siska  bukan seorang wanita berpendidikan tinggi. Seorang lulusan SD, bermodalkan bisa baca & menghitung 1 + 1 saja, tapi beliau memiliki impian bahwa anak-anaknya HARUSberpendidikan tinggi. Impian mulia seorang ibu yang ingin melihat anak-anaknya menjadi orang yang berpendidikan & melebihi dirinya. Sejak kecil ibu tak pernah mengajari Siska berhitung, dengan alasan ibu tak tau bagaimana cara menghitung matematika,,eiitts tapi jangan salah, ibu Siska  memang tak bisa mengajari Siska  matematika tapi ibu selalu mengajari Siska berdoa dan tata krama. Ibu dengan disiplin yang tinggi selalu mengajari Siska bagaimana bersikap dan memiliki etika yang baik dalam keluarga ataupun di lingkungan sekitar.
    Di hari Minggu yang cerah,ibu datang ke kamar ku, "Bangun nak,ini sudah siang!" Ucap ibu kepada Siska yang sedang meringkuk di dalam selimbutnya. 
"Bentar lagi Bu,5menit lagi" Jawab Siska tanpa membuka matanya. 
 "Ayo cepat Siska,mau ibu gusur kamu?" Ucap ibu sambil sedikit marah,karena jengkel terhadap tingkah Siska. 
"Iya Bu iyaa ini bangun" jawab Siska langsung turun dari kasurnya yang nyaman itu. 
"Ibu tunggu di luar,kita bersih bersih rumah" Ucap ibu sambil berteriak kepada Siska yang berada di kamar mandi. 
Di hari Minggu yang cerah,ibu datang ke kamar ku, "Bangun nak,ini sudah siang!" Ucap ibu kepada Siska yang sedang meringkuk di dalam selimbutnya. 
"Bentar lagi Bu,5menit lagi" Jawab Siska tanpa membuka matanya. 
 "Ayo cepat Siska,mau ibu gusur kamu?" Ucap ibu sambil sedikit marah,karena jengkel terhadap tingkah Siska. 
"Iya Bu iyaa ini bangun" jawab Siska langsung turun dari kasurnya yang nyaman itu. 
"Ibu tunggu di luar,kita bersih bersih rumah" Ucap ibu sambil berteriak kepada Siska yang berada di kamar mandi. 

    Hari Minggu ini Siska habiskan untuk bersih bersih rumah bersama ibunya,bersantai dirumah dan bercanda bersama ibunya. Bagi Siska hari Minggu yang paling indah adalah bisa bersantai di rumah bersama ibunya. Di Minggu pagi Siska beres beres rumah,mencuci baju,mengepel dan memasak dengan ibunya. Ia lakukan dengan segala canda dan tawa bersama. Mereka melakukanya dengan hati yang berbahagia.



    Selesai dengan kegiatan paginya,Siska segera mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Selesai mandi Siska menemui ibunya yang sedang menyiram tanaman di halaman rumahnya. Siska berinisiatif untuk membuatkan ibunya teh. Siska pergi ke dapur untuk membuatkan teh untuk ibunya,lalu kembali ke halaman rumah menemui ibunya. " Bu sini,ini Siska buatkan teh untuk ibu." Panggil Siska sedikit berteriak memanggil ibunya. 
"Iya nak,bentr ini sedikit lagi." Jawab ibunya sambil berteriak juga,karena jarak nya agak lumayan jauh. 
"Ih cepet bu,ini kalau udah dingin gaenak lohh!" Jawab Siska .
"Iya iya ihh kamu mah bawel banget Siska Siska " ucap ibunya sambil terkekeh,karena sikap anaknya itu.  Ibunya menghampiri Siska dan mengambil gelas teh yang ada di tangan Siska. 
"Ayo Bu minum,cobain enak ga?" Ucap Siska dengan mata yang berbinar. Ibu nya mulai meminum teh itu. "Gimana Bu gimana?" Tanya Siska dengan ketidaksabarannya. 
"Emmmmmmmmmmm,lumayannn enak juga" ucap ibunya sambil meminumnya terus. 
"Ih serius Bu itu enak ga?" Tanya Siska sedikit tidak percaya pada ibunya. 
"Ini enak sayang,ibu ga bohong. " Ucap ibunya sambil tersenyum. " Makasi ya sayang"
"Iya Bu sama sama,ayo di habiskan!" Ucap Siska sambil memeluk ibunya dari samping. "uhh manja nya anak ibu" jawab ibunya sambil membalas pelukan Siska,dan mengecup puncak kepala Siska dengan sayang. 


Pada malam hari Siska sedang mengobrol dengan ibunya,sambil menonton tv. Ibunya bertanya " Siska maafkan ibu yang ga bisa membiayaimu dengan cukup,ibu hanya mampu segini nak" ucapnya sambil mengusap kepala Siska dengan sayang. 
"Gapapa Bu,segini juga Siska bersyukur,sudah memiliki ibu yang luar biasa,ibu yang selalu menyayangi aku dengan sepenuhnya. " Jawab Siska sambil tersenyum. 
"Semoga kamu bahagia selalu ya nak,semoga menjadi anak yang berguna untuk semua orang,semoga cita-cita mu tercapai. Ibu ingin yang terbaik buat kamu nak." Ucap ibu matanya sudah mulai berkaca kaca. 
"Iya Bu aminn. Siska ingin ibu selalu ada di sisi Siska selamanya. Siska sayang ibu. " Ucap Siska sambil memeluk ibunya dengan erat,dan menangis dalam pelukan ibunya. 
"Ibu juga sayang sama kamu." Jawab ibu sambil membalas pelukan Siska . 

   Bagi Siska melihat ibunya sehat sudah membuatnya bahagia,Siska kadang merasa tidak tega jika harus melihat ibunya bekerja keras,untuk membayar keperluan Siska. Siska ingin sekali membantu ibunya,tapi apa daya dia yang masih berada di bangku SMA kelas 11. Siska membantu nya dengan cara mendoakan ibunya agar tetap diberi kesehatan dan umur yang panjang. 

   Siska bercita cita ingin membahagiakan ibunya,membalas semua jerih payah ibunya selama mengurus dia dari bayi sampai dia beranjak dewasa ini. Ya,walaupun perjuangan seorang ibu tidak akan bisa kita bayar dengan apapun. Ibu tidak pernah berharap kita membayar semua perjuangan nya,dengan kita hidup bahagia dan menjadi orang yang sukses sudah cukup membuat kebahagiaan tersendiri baginya. 




Senin, 10 Februari 2020

TUGAS 2

BIODATA

Hello gaisss!! Nama aku Rosa Stevfana, aku lahir tanggal 25 juni 2003, usiaku 16 tahun.  aku kelas 11 MIPA 4, aku sekolah di SMAN 13 GARUT. Aku tinggal di Kp. Jatiwagi Rt.02/Rw. 02 Des. Cigawir Kec. Selaawi. Aku anak dari Ibu Inden dan Bapa Agus. Aku anak ke 3 dari 5 bersaudara,dan ya aku punya sodara kembar namanya Rosi Stevfani. ekstrakulikuler yang aku ikuti adalah Futsal dan Paskibra. cita citaku adalah ingin menjadi Dokter atau sebgai Manager. Makanan yang aku sukai adalah Martabak dan Bakso. Minuman kesukaanku adalah Jus, semua jus aku suka kecuali jus sayurran hehe.  Hobby ku adalah bermain Bola Futsal,selain bola futsal aku juga suka membaca cerita dari novel online,yang disebut wattpad,aku suka membaca wattpad tulisan Luluk Hf dan juga Asri Aci, karena menurutku ceritanya sangat menarik dan juga menceritakan tentang kisah kisah anak seusiaku,kadang juga aku sering memikirkan bagaimana jika aku berada di posisi itu mungkin sangat menyenangkan. Singkat cerita tentnag kehidupan keluargaku, kami dari keluarga sederhana yang memiliki keadaan ekonomi yang bisa di bilang baru cukup sih,tidak terlalu cukup juga tapi aku bersyukur karna memiliki orang tua yang begitu hebat dan juga saudara kandung ku yang baik dan tentunya hebat juga. Mungkin hanya itu yang dapat aku ceritakan di blog kali ini. Semoga ketemu di blog selanjutnya. Bye teman teman onlenn kuuuu...

Kamis, 23 Januari 2020

TUGAS 3

MALIN KUNDANG




 Di sebuah desa, hiduplah seorang perempuan miskin. Ia hidup bersama anak tunggalnya, namanya Malin Kundang. Sehari-hari perempuan itu bekerja sebagai nelayan. Namun, penghasilannya tak bisa mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari sehingga hidup mereka selalu berkekurangan.
Saat Malin Kundang mulai dewasa, ia memutuskan untuk pergi ke kota. Ia ingin mengadu nasibnya di sana. Dengan berat hati, ibunya pun mengizinkan. Kini, ibunya kembali menjadi perempuan tua yang kesepian. Setelah kepergian Malin, ibunya selalu memikirkan keadaan anaknya itu. Ia jadi sakit-sakitan, sementara Malin tak pernah mengirim kabar untuknya.

Hingga beberapa tahun kemudian, Malin berhasil mengubah nasib. Ia telah menjadi saudagar yang kaya raya. Malin memiliki banyal kapal. Hidup Malin tak lagi susah. Malin juga menikahi seorang perempuan bangsawan yang sangat cantik.
Suatu hari, Malin ingin melihat keadaan desanya. Sudah lama sekali ia tak pulang. Malin pergi bersama istri dan banyak pekerjanya. Ia juga membawa banyak uang untuk dibagi-bagikan kepada para penduduk.Sampailah Malin di desanya. Dengan sombong ia membagikan uang kepada penduduk. Penduduk di desanya sangat senang. Di antara mereka ada yang mengenali Malin, yakni tetangganya sendiri. Orang itu pun segera pergi ke rumah Malin, hendak memberikan kabar gembira tersebut kepada ibu Malin.
“Ibu, apakah kau sudah tahu, anakmu Malin sekarang telah menjadi orang kaya.” seru tetangga itu.
"Dari mana kau tahu itu? Selama ini aku tak pernah mendapat kabar darinya," ucap ibu Malin, terkejut.

"Sekarang pergilah ke dermaga. Anakmu Malin ada di sana. Dia terlihat sangat tampan, dan istrinya juga sangat rupawan," ucap tetangganya.
Ibu Malin tak percaya. Matanya berkaca-kaca. Sungguh, ia sangat merindukan anaknya selama beberapa tahun ini. Maka ia pun segera berlari menuju dermaga. Benar saja, di sana terlihat Malin dengan istrinya yang sangat rupawan.
“Malin, kau pulang, Nak," seru ibunya.
Malin mengenali ibunya. Namun, ia malu mengakui orangtua yang berpakaian sangat lusuh itu. Bagaimana ia akan menjelaskan kepada istrinya tentang semua ini?


"Kau bilang ibumu sudah meninggal. Apa benar orangtua ini adalah ibumu?" tanya istri Malin, bingung. "Dia bukan ibuku, dia pengemis yang mengaku-ngaku sebagai ibuku.” seru Malin.
Sungguh sakit hati Ibunya mendengar perkataan Malin. Ibunya lalu mengutuk Malin.
"Hatimu sungguh sekeras batu, Malin. Maka, kau aku kutuk menjadi batu. Kau anak yang durhaka.” ucap ibunya.
Malin ketakutan. Ia memohon ampun kepada ibunya. Namun, ibunya sudah sangat sakit hati. Seketika hujan turun sangat lebat, dan petir menyambar. Saat itu pula Malin berubah menjadi batu.